JENIS PENYAKIT PADA IKAN (FINFISH)
BUDIDAYA AIR PAYAU
Kasus penyakit yang paling banyak pada ikan bersirip (finfish) dijumpai
pada budidaya ikan kerapu. Sedangkan kasus penyakit pada ikan bandeng
selama ini jarang ditemukan.
Penyakit bakterial
Jenis penyakit bakterial yang ditemukan pada ikan kerapu, diantaranya adalah penyakit borok pangkal strip ekor (Gambar 1), dan penyakit mulut merah. Hasil isolasi dan identifikasi bakteri ditemukan
beberapa jenis
bakteri yang diduga berkaitan erat dengan kasus penyakit bakterial,
yaitu Vibrio alginolyticus, V algosus, V anguillarum dan V fuscus.
Diantara jenis bakteri tersebut bakteri V alginolyticus dan V fuscus
merupakan jenis yang sangat patogen pada ikan kerapu tikus.
Vibrio alginolyticus
Vibrio alginolyticus dicirikan dengan pertumbuhannya yang bersifat swarm
(Gambar 2) pada media padat non selektif. Ciri lain adalah gram
negatif, motil, bentuk batang, fermentasi glukosa, laktosa, sukrosa dan
maltosa, membentuk kolom berukuran 0.8-1.2 cm yang berwarna kuning pada
media TCBS. Bakteri ini merupakan jenis bakteri yang paling patogen pada
ikan kerapu tikus dibandingkan jenis bakteri lainnya.
Nilai konsentrasi letal median (LC50) adalah sebesar 106.6 pada ikan
dengan berat antara 5-10 gram. Kematian masal pada benih diduga
disebabkan oleh infeksi bakteri V alginolyticus. Pengendalian penyakit
dapat dilakukan dengan penggunaan berbagai jenis antibiotika seperti
Chloramfenikol, eritromisina dan oksitetrasiklin. Sifat lain yang tidak
kalah penting adalah sifat proteolitik yang berkaitan dengan mekanisme
infeksi bakteri.
Vibrio anguillarum
Dibandingkan dengan V alginolyticus, V anguillarum merupakan spesies
yang kurang patogen terhadap ikan air payau. Pada uji patogenisitas ikan
kerapu tikus ukuran 5 gram yang diinfeksi bakteri dengan kepadatan
tinggi hingga 108 CFU/ikan hanya mengakibatkan mortalitas 20%.
Diagnosis penyakit dapat dilakukan dengan melakukan isolasi dan
identifikasi bakteri. Penumbuhan bakteri pada media selektif TCBS akan
didapatkan koloni yang kekuningan dengan ukuran yang hampir sama dengan
koloni V alginolyticus akan tetapi bakteri ini tidak tumbuh swarm pada
media padat non-selektif seperti NA.
Penyakit protozoa
Cryptocaryonosis
Penyakit ini sering ditemukan pada ikan kerapu bebek dan macan, dengan
tanda ikan yang tersering terlihat bercak putih. Stadia parasit yang
menginfeksi ikan dan menimbulkan penyakit adalah disebut trophont
berbentuk seperti kantong atau genta (Gambar 3) berukuran antara 0.3-0.5
mm, dan dilengkapi dengan silia.
Tanda klinis ikan yang terserang adalah ikan seperti ada gangguan
pernafasan, bercak putih pada kulit, produksi mukus yang berlebihan,
kadang disertai dengan hemoragi, kehilangan nafsu makan sehingga ikan
menjadi kurus. Erosi (borok) dapat terjadi karena infeksi sekunder dari
bakteri.
Diagnosis dapat dilakukan dengan melihat gejala seperti adanya bercak
putih, tetapi untuk lebih memantapkan (diagnosis definitif) perlu
dilakukan pengamatan secara mikroskopis dengan cara memotong insang,
mengerok dari lendir.
Serangan penyakit dapat diatasi dengan penjagaan kualitas air. Perlakuan
bahan kimia pengendali parasit dapat dilakukan seperti perendaman dalam
larutan formalin 25 ppm, perendaman ikan dalam air bersalinitas 8 ppt
selama beberapa jam dan memindahkan ikan yang sudah diperlakukan ke
dalam wadah barn bebas parasit.
Infestasi Trichodina
Penempelan Trichodina (Gambar 4) pada tubuh ikan sebenarnya hanya
sebagai tempat pelekatan (substrat), sementara parasit ini mengambil
partikel organik dan bakteri yang menempel di kulit ikan. Tetapi karena
pelekatan yang kuat dan terdapatnya kait pada cakram, mengakibatkan
seringkali timbul luka, terutama pada benih dan ikan muda. Pelekatan
pada insang juga seringkali disertai luka dan sering ditemukan set darah
merah dalam vakuola makanan Trichodina. Pada kondisi ini maka
Trichodina merupakan ektoparasit sejati.
Trichodina yang merupakan ektoparasit pada ikan air laut mempakan
spesies yang bersifat sebetulnya lebih bersifat komensal daripada
ektoparasit. Trichodina spp. yang didapatkan pada ikan air payau
merupakan spesies yang memiliki toleransi yang luas terhadap kisaran
salinitas. Trichodina yang menempel di insang umunmya berukuran lebih
kecil dibandingkan yang hidup di kulit, contohnya adalah Trichodinella.
Ikan yang terserang Trichodina biasanya warna tubuhnya terlihat pucat,
produksi lendir yang berlebihan dan terlihat kurus. Diagnosis dapat
dilakukan dengan cara melakukan pengerokan (scraping) pada kulit, atau
mengambil lembaran insang dan melakukan pemeriksaan secara mikroskopis.
Pencegahan terhadap wabah penyakit adalah dengan cara pengendalian
kualitas lingkungan, karena mewabahnya penyakit berkaitan dengan
rendahnya kualitas lingkungan. Perlakuan terhadap ikan yang terinfeksi
oleh parasit adalah dengan cara perendaman dalam larutan formalin
200-300 ppm.
Caligus sp., parasit golongan Crustacea
Parasit jenis ini sering, ditemukan baik pada induk ikan maupun di
tambak. Penempelan ektoparasit ini dapat menimbulkan luka, dan akan
lebih parah lagi karena ikan yang terinfeksi dengan parasit sering
menggosok-gosokkan tubuhnya ke dinding bak atau substrat keras lainnya.
Timbulnya luka akan diikuti dengan infeksi bakteri.
Caligus sp. berukuran cukup besar sehingga dapat diamati dengan tanpa
bantuan mikroskop. Perlakuan ikan terserang parasit cukup mudah, yaitu
hanya merendamnya dalam air tawar selama beberapa menit. Perlakuan
dengan formalin 200-250 ppm juga cukup efektif. Penggunaan bahan seperti
Triclorvon (Dyvon 95 SP) hiingga 2 ppm dapat mematikan parasit.
PENYAKIT
– PENYAKIT PADA IKAN AIR TAWAR
Ada sejumlah penyakit yang bisa menyerang ikan air tawar, berikut ini
adalah penyakit-penyakit yang sering muncul, bahasan ini dilengkapi
dengan gejala dan pilihan perawatan yang bisa anda lakukan.
Keracunan Amonia
Bila akuarium anda menyebabkan keracunan amonia, maka akan terjadi
pendarahan atau kemerah-merahan pada insang ikan. Selain itu, warna ikan
akan menjadi lebih gelap daripada biasanya, dan ikan akan berenang ke
permukaan untuk menarik udara. Solusi terbaik untuk mengatasi keracunan
amonia adalah pencegahan karena keracunan amonia tidak bias disembuhkan.
Pertama-tama anda tidak boleh memasukkan ikan ke dalam akuarium baru
karena akuarium baru harus melalui proses pengendapan selama enam minggu
ke atas.
Setelah pengendapan, anda harus memeriksa level nitrat, nitrit dan
amonia sebelum anda memasukkan ikan. Bahkan setelah pengendapan, kami
menyarankan anda untuk memasukkan ikan yang murah terlebih dahulu. Kami
juga menyarankan anda untuk menambahkan sistem filtrasi kering/basah
untuk akuarium air laut atau filter biologis air tawar. Masalah ini
sering terjadi pada akuarium baru, terutama bila akuarium langsung diisi
dengan ikan.
Meskipun amonia dalam jumlah kecil tidak berbahaya, tetapi seiring
waktu amonia bisa menjadi masalah. Hal terpenting yang dapat anda
lakukan adalah memahami proses pengendapan dan mempertahankan level
amonia yang dapat diterima. Dalam banyak kasus, amonia akan muncul
dengan kenaikan pH. Bila hal ini tejadi, insang ikan akan rusak bila
level amonia mencapai 0.25 mg per liter.
Penyakit Black Spot
Ikan yang menderita penyakit ini akan muncul titik hitam kecil pada
tubuhnya. Secara umum, penyakit ini mudah disembuhkan. Sering kali
penyakit Black Spot terjadi pada akuarium baru saat ikan-ikan
dimasukkan. Semua ikan berisiko terkena penyakit ini, tetapi ikan Silver
Dollar dan Piranha paling rentan.
Katarak
Bila mata ikan anda terdapat selaput abu-abu atau putih, maka mungkin
ikan anda mengidap katarak. Ada sejumlah perawatan yang khusus dibuat
untuk katarak termasuk Aquatronics dan Eye Fungex. Kuncinya adalah
memastikan level amonia dan nitrit pada batas yang dapat diterima.
Karena katarak pada ikan terjadi karena pertumbuhan jamur, maka
meneteskan fungisida ke dalam akuarium akan sangat bermanfaat.
Corneybacteriosis
Gejala penyakit ini adalah mata ikan yang menonjol. Biasanya
penisilin dan tetrasiklin dapat menyembuhkan penyakit ini. Penyakit ini
terjadi karena pembengkakan di kepala yang kemudian mendorong mata ikan
ke arah luar. Biasanya, Corneybacteriosis disebabkan oleh terlalu banyak
ikan dalam akuarium dan kualitas air yang buruk.
Pembengkakan
Gejala pembengkakan meliputi sisi dan perut ikan menggelembung.
Selain itu, sisik ikan terdorong ke luar. Masalah ini bukanlah penyakit
melainkan tanda infeksi bakteri internal.
Infeksi Bakteri Eksternal
Bila ikan anda menderita infeksi bakteri eksternal, maka akan muncul
titik merah atau orange pada tubuh ikan. Selain itu, mungkin juga akan
muncul coretan merah pada tubuh ikan, pembengkakan, atau lapisan
putih/abu-abu pada tubuh ikan. Untuk menyembuhkan masalah ini, anda
dapat menggunakan penisilin, asam naladixic atau tetrasiklin. Perawatan
lain yang cukup efektif adalah garam. Meskipun sulit terdiagnosis, bila
anda melihat adanya coretan pada tubuh ikan, anda harus segera melakukan
perawatan pada ikan anda.
Infeksi Jamur
Bila muncul substansi putih atau mirip kapas pada ikan, terutama di
sirip atau mulut, mungkin ikan anda menderita infeksi jamur. Perawatan
masalah ini cukup mudah, ada banyak produk komersial seperti MarOxy atau
Super Sulfo yang bisa digunakan untuk menyembuhkan infeksi jamur.
Sayangnya infeksi jamur bisa berakibat fatal. Infeksi bisa terjadi bila
ikan tergores dan hidup dalam air berkualitas buruk. Ingatlah bahwa
infeksi jamur sering kali terjadi bila salah satu spesies ikan
mengganggu spesies ikan lainnya, jadi anda harus mengamati jenis ikan
yang dipelihara dalam satu akuarium.
Ichthyophthiriasis
Sering kali disingkat Ich, gejala penyakit ini adalah muncul titik
putih kecil, terutama pada sirip ikan. Menyembuhkan Ich cukup sulit
meskipun mungkin saja dilakukan. Anda bisa menggunakan obat komersial
yang dibuat khusus untuk mengatasi Ich seperti Maracyn Two atau Super
Ich. Titik-titik putih tersebut sebenarnya adalah kantong protozoa
kecil.
Bila kantong tersebut pecah, maka parasit akan tinggal pada
kerikil-kerikil di dalam akuarium, dan akan berkembang biak. Bila
protozoa tumbuh dewasa, protozoa akan menyerang ikan yang sehat.
Penyakit ini sangat menular sehingga anda harus segera memulai
perawatan. Selain pengobatan, kami menyarankan anda untuk menaikkan suhu
akuarium pada siang hari sehingga kantong-kantong akan pecah. Kemudian
protozoa akan diserang dengan obat-obatan sebelum berkesempatan untuk
berkembang biak.
Infeksi Bakteri Internal
Bila ikan terkena infeksi bakteri internal, maka akan muncul
masalah-masalah seperti Pembengkakan. Anda bisa menggunakan berbagai
jenis obat-obatan untuk menyembuhkan infeksi ini seperti asam naladixic,
penisilin dan tetrasiklin. Meskipun ada banyak bentuk infeksi bakteri
internal, kebanyakan mudah diatasi.
Myxobacteriosis
Gejala penyakit ini meliputi percikan hitam pada sirip dan tubuh
ikan. Selain itu, seluruh tubuh ikan menjadi menggelembung, atau hanya
menggelembung pada area percikan. Satu-satunya obat-obatan yang berhasil
mengatasi Myxobacteriosis adalah Phenocide. Penyakit ini jarang terjadi
tetapi mudah disembuhkan. Penyebab myxobacteriosis yang paling umum
adalah terlalu banyak ikan dalam akuarium, kualitas air yang buruk,
terutama bila kadar amonia dan nitrit sangat tinggi.
Infeksi Parasit
Bila ikan anda menderita infeksi parasit, maka akan muncul kutu atau
cacing pada tubuh ikan. Pilihan terbaik adalah melepaskan parasit
kemudian merawat ikan dalam akuarium karantina dengan CopperSafe atau
obat berbahan tembaga lainnya. Perawatan akan berhasil bila masalah
terdiagnosis sejak dini.
Penyakit Velvet
Gejala penyakit Velvet adalah titik putih kecil yang terlihat seperti
bubuk. Penyakit ini juga disebut Oodinium, mirip dengan Ich meskipun
kantong putih pada penyakit ini berukuran lebih kecil. Berita baiknya
adalah Penyakit Velvet lebih mudah disembuhkan daripada Ich, dengan
menggunakan obat Maracide atau Super Velvet

Tidak ada komentar:
Posting Komentar