JENIS-JENIS USAHA
BUDIDAYA
IKAN
Jenis perairan dapat
dibagi 3
yaitu perairan tawar, payau dan asin (laut). Karena jenis perairannya
berbeda,
maka jenis ikan yang akan dibudidayakan juga berbeda. Pada topik
jenis-jenis
usaha budiaya ikan akan dibahas antara lain :
Secara umum tipologi
wilayah
budidaya dibedakan menjadi :
Ikan air tawar ditinjau
dari ciri
pokok habitatnya dapat dibedakan menjadi 2, yaitu kelompok labyrint dan
non labyrint. Kelompok labyrint dicirikan dengan proses
bernafasnya yang
mengambil oksigen langsung dari udara dengan pernafasan tambahan berupa
labyrint. Sedangkan pada kelompok non labyrint tidak ada.
Contoh ikan kelompok
labyrint :
lele, gurami dan gabus
Contoh ikan kelompok non
labyrint : mas, nila dan lain-lain
Kriteria tipologi lokasi
untuk
kedua kelompok ikan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel Kategori dan
Kriteria
Lokasi Budidaya Air tawar
Kelompok Spesies
|
Oksigen (% sat)
|
Gerakan Air
|
Elevasi Lahan
|
Debit Terhadap Vol.
Air
|
Labyrint
|
10 - 100
|
Tenang
|
Rendah - Sedang
|
Kecil - Sedang
|
Non Labyrint
|
50 - 100
|
Tenang - Deras
|
Rendah - Tinggi
|
Sedang – Besar
|
Untuk budidaya air payau
ditetapkan tiga kelompok tipologi kesesuaian yang didasarkan atas
habitat
organisme dan kemampuan pengendalian kondisi lahan yaitu :
1. Kelompok udang
2. Kelompok udang dan
bandeng
3. Kelompok udang dan
tripang
Budidaya udang dianggap
paling
sedikit hambatannya karena kemampuan pengendalian dengan teknologi
cukup
memadai., sehingga apabila suatu lokasi dinyatakan sesuai untuk budidaya
bandeng
atau tripang, maka dianggap sesuai untuk budidaya udang. Sebaliknya
suatu lokasi
yang dinyatakan sesuai untuk budidaya udang belum tentu sesuai untuk
budidaya
bandeng maupun tripang.
Ikan bandeng yang
dipelihara
ditambak cenderung membutuhkan kadar garam rendah dan kesuburan tinggi,
sedangkan tripang tidak tahan pada kadar garam kurang dari 25 ppt dan
tidak
terlalu membutuhkan kesuburan.
Kriteria tipologi lokasi
untuk
ketiga kelompok tersebut dapat dilahat pada tabel dibawah ini.
Tabel Kategori dan
Kriteria
Lokasi Budidaya Air Payau
No.
|
Kriteria
|
Udang, Bandeng, Nila
|
Udang, Tripang
|
Udang
|
1.
|
Curah hujan
|
Sedang - Tinggi
|
Rendah - Sedang
|
Rendah - Tinggi
|
2.
|
Input air tawar
|
Sedang - Besar
|
Kecil - Sedang
|
Kecil – Besar
|
3.
|
Substrat laut
|
Berlumpur
|
Berpasir
|
Lumpur/berpasir
|
4.
|
Kesuburan air dan
|
Tinggi
|
Rendah - Sedang
|
Rendah - Tinggi
|
tanah
|
Jika dilihat dari tipe
habitatnya, komoditas yang dapat dibudidayakan pada perairan asin (laut)
dapat
dikelompokkan menjadi 6, yaitu :
1. Kelompok rumput laut
2. Kelompok kerang darah
dan
tiram
3. Kelompok kakap putih
4. Kelompok ikan kerapu
5. Kelompok abalone dan
tiram
mutiara
6. Kelompok teripang
Kriteria lokasi untuk
tiap-tiap
kelompok dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel Kriteria Lokasi
Tiap-Tiap Habitat
No.
|
Komoditas
|
Air Tawar
|
Substrat Dasar
|
Coral
|
Kedalaman (m)
|
1.
|
Rumput laut
|
Tidak ada
|
Karang
|
Ada
|
0 – 4
|
2.
|
Kerang darah dan
tiram
|
Banyak
|
Lumpur
|
Tidak
|
0 – 5
|
3.
|
Kakap putih
|
Sedikit-banyak
|
Lumpur/pasir
|
Tidak
|
5 – 30
|
4.
|
Kerapu
|
Tidak ada
|
Karang
|
Ada/tidak ada
|
5 – 30
|
5.
|
Abalone& mutiara
|
Tidak ada
|
Karang/pasir
|
Ada/tidak ada
|
5 – 30
|
6.
|
Teripang
|
Tidak ada
|
Lumpur/pasir
|
Tidak
|
0 – 5
|
Jenis usaha budidaya ikan
jika
dilihat dari segi kepemilikan lahan dapat dibagi 2, yaitu lahan milik
pribadi
ataupun lahan sewa dan lahan milik umum. Untuk lahan pribadi maupun
lahan yang
kita sewa dapat berupa kolam dan tambak. Sedangkan untuk lahan umum,
contohnya
perairan waduk dan laut, kita dapat usahakan dengan sistem keramba,
kurungan
tancap, rakit dan patok tancap.
1. kolam
Kolam adalah salah satu
sistem
pemeliharaan ikan dalam petakan tertutup dengan input air tawar. Jenis
dan
ukuran kolam ikan sangat beragam. Ada kolam yang dikonstruksi semen,
ada kolam
tanah dan ada juga kolam yang dilapisi plastik. Ukuran luasnya mulai
dari
10 m2 sampai 5000 m2. Kedalaman airnya antara 40
sampai 100
cm. Dilihat dari input-nya, kolam yang input airnya dengan debit tinggi
biasanya mentargetkan produkstivitas yang tinggi, sedangkan kolam
tergenang
tidak mentargetkan produktivitas tinggi.
2. Tambak
Pada prinsipnya tambak
sama
dengan kolam, hanya saja inputnya berupa air asin atau payau. Pemasukan
dan
pengeluaran air tambak mengikuti gerakan pasang surut laut atau
menggunakan
pompa. Perbedaan lainnya adalah ukuran dan kedalaman air. Ukuran luas
tambak
biasanya antara 1.000 m2 sampai 20.000 m2 tiap
petak. Sedangkan
kedalaman airnya berkisara antara 60 – 150 cm.
Pembagian jenis tambak,
khususnya
tambak udang, didasarkan atas input air, benih, pakan dan energi,
dibedakan
menjadi tambak sederhana, semi intensif dan intensif. Beberapa ciri
ketiga
jenis tambak tersebut dapat dilihat pada tabel berikut .
Tabel Kriteria Tambak
Udang
Kriteria
|
Sederhana
|
Semi-intensif
|
Intensif
|
Penebaran benih
|
Kurang dari 5
|
5 – 15
|
Lebih dari 5
|
(induk/m2)
|
|||
Pakan buatan
|
Tidak bergantung
|
Setelah mencapai
ukuran
tertentu
|
Sepenuhnya bergantung
|
Pergantian air
|
Bergantung pasang
|
Pompa dengan debit
kecil
|
Pompa dengan debit
besar
|
Penggunaan kincir
|
Tidak ada
|
Setelah mencapai
ukuran
tertentu
|
4 – 10 pk/ha
|
3. Karamba Apung
Karamba apung adalah
kurungan
(cage) yang diletakkan di badan perairan umum yang diberi benih ikan.
Badan
perairan ini biasanya cukup dalam, sehingga kurungannya dapat diapungkan
dengan
menggunakan pelampung serta dilengkapi dengan jangkar.
PERSIAPAN BAGI PRODUKSI IKAN DALAM KERAMBA
Budidaya ikan adalah pemeliharaan ikan yang meliputi pembesaran dan perbanyakan populasi dalam kondisi yang terkendali atau terkontrol, termasuk keramba-keramba yang dilayangkan dalam kolam, danau dan waduk air tawar. Keramba adalah wadah-wadah yang diselubungi semua sisi dan dasarnya dengan material yang mengurung ikan didalamnya sambil memberi kemungkinan terjadinya pertukaran air bebas sedangkan limbahnya merembes ke dalam badan air disekitarnya.
Budidaya ikan
dalam
keramba tidak mempunyai standar yang khusus, sehingga banyak sekali
keragamannya meliputi bentuk ukuran dan bahan konstruksi keramba, tipe
lingkungan perairannya dan jenis-jenis ikan yang dibudidayakan dalam
keramba.
Contoh
budidaya ikan
dalam keramba di beberapa negara :
- Ikan mas dalam keramba 4 persegi panjang, bambu belahan atau bilah/papan kayu yang dibenamkan ke dasar aliran air sungai dangkal di Indonesia.
- Pangasius catfish dalam keramba bujur sangkar dari bilah kayu yang dilayangkan di bawah rumah-rumah apung di waduk-waduk di Thailand.
- Channel catfish dalam keramba bentuk silinder dari bahan anyaman kawat yang dilayangkan dalam air limpahan yang dipanaskan dari pabrik pembangkit tenaga di Texas, Amerika Serikat.
- Tilapia biru dalam keramba persegi panjang dari jaring nylon yang dilayangkan dalam kolam-kolam penelitian di Alabama, Amerika Serikat.
- Benih Indian carp yang dirawat dalam keramba jaring nyamuk yang dilayangkan dikolam-kolam di India
- Salmon dalam keramba besar yang terbuat dari jaring nylon yang dilayangkan dalam teluk laut di Eropa.
Untuk yang
baru akan
melakukan budidaya ikan dalam keramba harus mengetahui syarat-syarat
khusus,
diantaranya kriteria kolam, danau dan waduk, kriteria keramba,
kriteria benih
ikan, kriteria pakan dan kriteria mutu air.
Kriteria Kolam, Danau dan Waduk
Fisik kolam
a. Areal (air)
kolam
harus 2.000 m2 atau lebih besar.
b. Tinggi
permukaan
air (volume) harus bertahan konstan.
c. Kolam tidak
boleh
ditempatkan dalam lembah yang dalam dan sempit atau dilindungi dari
hembusan
lembut angin oleh pohon‑pohonan.
d. Air kolam
harus
berwarna hijau plankton (transparansi dari 40 sampai 100 cm), dan
tidak banyak
berlumpur atau berwarna coklat rawa.
e. Dasar dan
air kolam
tidak boleh mengandung daun‑daun pohon, batang, ranting dan kotoran
sejenis
yang menimbun.
f. Kolam
(perairan
terbuka) harus bebas dari ikan "liar", dan jenis‑jenis ikan yang
dibudidayakan
kecuali dalam situasi di mana grass carp, filter carp
dan
spesies lain yang merupakan bagian dari program pengelolaan.
g. Tidak boleh
ada
konflik dalam penggunaan kolam
h. Kolam harus
mudah dijangkau untuk tujuan pengelolaan rutin dan pengamanan
Fisik Danau
dan
Waduk
a. Lebih
disukai danau
dan waduk yang bebas polusi yang kesuburannya rendah. Air harus
bening/cerah
atau hijau plankton lembut (transparansi lebih besar dari 100 cm) dan
tidak
banyak berlumpur atau coklat rawa.
b. Danau‑danau
dan
bagian dari danau dan waduk yang lebih dari seperdua dari kedalamannya
tidak
mengandung oksigen terlarut sebaiknya jangan digunakan untuk
budidaya ikan
keramba selama jangka waktu kemungkinan penjungkirbalikan lapisan air (overturns)
kecuali jika areal keramba berada pada perairan dangkal yang tidak
terkena
overturns.
c.
Perubahan‑perubahan
tinggi permukaan air harus diketahui dan tempat yang dipilih bagi
keramba-keramba kedalamannya minimal 50 cm lebih dalam dibandingkan
keramba‑
keramba.
d. Pola tiupan
angin
dan arus air juga harus dipertimbangkan ketika memilih penempatan
keramba.
e. Daerah
penempatan
keramba harus bebas dari
tumbuhan
air.
f. Daerah
keramba
harus berada dalam areal yang mudah diawasi petugas, baik bagi
tujuan
pengelolaan maupun keamanan.
Kriteria
Keramba
Fisik
Keramba
a. Dibuat dari
bahan
yang kuat dan cukup tahan lama dan memungkinkan terjadinya pertukaran
air
yang tidak terbatas.
b. Menahan
pakan dalam
keramba sampai pakan tersebut dimakan ikan.
c.
Memungkinkan semua
limbah ikan (pernafasan dan metabolik) meninggalkan keramba tanpa
mengumpul.
d. Tidak
menggesek
serta tidak melukai atau menimbulkan stres pada ikan.
e. Ukuran
keramba
dinyatakan dengan volume dan tidak boleh lebih kecil dari 1 m3
dan
tidak lebih besar dari 10 m3.
f. Hasil
optimum yang
diharapkan menurun dengan ditingkatkannya volume (contoh, dalam kolam
perkiraan hasil mas menurun dari sekitar 150 kg dalam keramba 1 m3
menjadi sekitar 130 kg/m3 dalam keramba 10 m3).
Sehingga keramba‑keramba yang lebih kecil (1 sampai 4 m3)
lebih
mudah mengelolanya.
g. Bentuk
keramba
tidak penting, paling tidak bagi keramba ukuran kecil.
h. Bahan‑bahan
yang
digunakan untuk meng-konstruksi keramba bermacam-macam. Bahan‑bahan
tersebut
bisa lunak dan luwes (misal, knotted atau knotless nylon)
atau
kaku tidak luwes (misal, solid plastic mesh dan plastic
coated weld
wire).
Tutup
Keramba
a. Keramba
perlu
ditutup. Tutup keramba buram (opaque) komplit atau sebagian
(+50%),
yang dapat dibuka, diperlukan untuk beberapa alasan, terutama untuk
melindungi
ikan terhadap burung dan binatang buas lainnya serta terhadap sengatan
sinar
matahari langsung. Tutup buram di atas keramba catfish telah
menghasilkan performansi produksi 10% lebih tinggi dibandingkan
produksi dalam
keramba dengan tutup transparan atau tanpa tutup.
b. Walaupun
tutup
keramba diperlukan, kadang-kadang diperlukan juga untuk membukanya dan
mengamati permukaan air serta dapat melihat dan mengambil
ikan‑ikan yang
mati yang muncul ke permukaan. Ikan-ikan yang mati tersebut biasanya
akan
mengapung 2‑3 hari setelah rnati.
Kriteria
Benih Ikan
Mutu Benih
a. Benih yang
akan
ditebarkan ke dalam keramba harus yang berukuran seragam.
b. Benih
harus bebas
penyakit.
c. Benih yang
ditebar
merupakan benih yang ung-gul dalam pertumbuhan.
Jumlah
Benih yang
Ditebarkan
a. Jumlah
benih yang
ditebar harus sesuai dengan volume keramba yang kita gunakan.
b. Berat
maksimum yang
disarankan pervolume keramba menurun dengan meningkatnya volume
keramba.
c. Standing
crop
optimum yang maksimum disa-rankan bagi danau dan waduk terbuka adalah
200 kg
ikan/ m3 keramba atau 300 kg/ha luas perairan total.
d. Dianjurkan
padat
penebaran minimum 80 ikan/ m3 keramba. Padat penebaran
maksimum
akan bervariasi sesuai dengan mutu lingkungan.
e. Umumnya
beberapa
ikan mati selama 7 sampai 10 hari pertama setelah penebaran. Namun
demikian,
kalau ikan yang ditebarkan sehat dan ditangani secara wajar, dapat
diharapkan
kelangsungan hidupnya mendekati 100% jika suhu air pada saat
penebaran
sekitar 15oC, dan diharapkan kelangsungan hidup sebesar 92%
kalau
suhu air sekitar 25oC
Kriteria Pakan
Mutu Pakan
a. Pakan
harus
bermutu terbaik (excellent).
b. Tingkat
protein
pakan minimumnya 32 sampai 36% bagi catfish dan 28 sampai 30%
bagi mas
dan tilapia.
Memberi Makan lkan‑ikan.yang Dikerambakan.
a. Jumlah
pakan yang
akan dimakan ikan yang dikerambakan berbeda-beda tergantung suhu
perairan dan
ukuran ikan. Jumlah pakan yang diberikan pada suhu‑suhu lebih panas
(mencapai
sekitar 29oC) dan bagi ikan berukuran kecil akan lebih
banyak.
b. Untuk
beberapa
hari pertama pemberian pakan dilakukan dengan kelajuan 3% "bobot
badan" (3 kg
pakan per 100 kg ikan); setelah ikan makan aktif' berilah makan
sebanyak yang
mau dimakannya dalam jangka waktu 2 sampai 5 menit.
c. Beberapa
jenis
ikan, khususnya catfish, normaI-nya makan malarn hari tapi
mereka harus
dilatih makan siang hari. Waktu makan yang disukai antara jam 08:00
pagi
sampai 16:00 sore.
d. Memberi
makan
ransum harian dalam 2 atau 3 kali pemberian, berjarak 6 sampai 8 jam,
akan
menghasilkan pertumbuhan agak lebih cepat dan efisiensi pakan lebih
baik,
teristimewa untuk ukuran ikan lebih kecil dan untuk tilapia dan mas.
e. Pemberian
makan
berlebihan, yang ditunjukkan oleh pakan yang tersisa tidak dimakan
selama 10
menit atau lebih setelah pemberian makan, harus dihindarkan.
Penyimpanan Pakan
Belilah pakan secukupnya saja yang akan digunakan 4 sampai 6 pekan.
Simpanlah
pakan di lokasi yang kering, berventilasi, terlindung dan sejuk.
Kriteria Mutu Air
Oksigen
a. Kadar
oksigen
terlarut adalah faktor penting bagi ikan yang dikerambakan.
b. Secara
normal dalam
kolam ikan dan danau ser-ta waduk yang kaya hara, oksigen berlimpah
pada sore
hari dan terbatas pada dini hari.
c.
Pengelolaan
oksigen dapat dilakukan dengan cara memelihara populasi fitoplankton
maupun dengan
memakai
aerator, misaInya kincir air.
Suhu
Suhu air
optimum bagi
pertumbuhan ikan mas, catfish dan tilapia berkisar dari 26oC
sampai 28oC.
Makin rendah
suhu,
tingkat pertumbuhan ikan akan makin berkurang. Begitu pula dengan
makin
meningkatnya suhu bisa mengakibatkan beberapa penyakit bahkan kematian
pada
ikan.
Limbah Bersifat Nitrogen
Amonia dan
nitrit
adalah bentuk‑bentuk limbah senyawa yang mengandung nitrogen sebagai
hasil
dari cernaan protein (sama seperti urin pada ternak). Limbah‑limbah
ini
menjadi masalah pada produksi ikan intensif tapi tidak terlalu menjadi
masalah
pada jenis‑jenis ikan yang dikerambakan.
USAHA BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA JARING APUNG

is Good
BalasHapus